Apakah Harga Saham Benar-Benar Mengikuti Penghasilan Perusahaan?

Apakah Harga Saham Benar-Benar Mengikuti Penghasilan Perusahaan?
Durasi Baca: 2 menit

Mungkin kita pernah mendengar pernyataan bahwa harga saham akan bergerak mengikuti penghasilan perusahaan. Apakah pernyataan itu benar? Saat ini jumlah investor di pasar modal semakin meningkat dan pergerakan harga saham cenderung dipengaruhi oleh sentimen investor. Sentimen investor adalah perasaan individu yang optimis atau pesimis berlebihan terhadap suatu situasi, yang menentukan terbentuknya harga di pasar saham.

Penghasilan Jangka Pendek

Harga saham dapat bergerak tidak stabil dalam jangka pendek, terutama ketika laporan penghasilan perusahaan secara signifikan lebih tinggi atau lebih rendah dari yang diharapkan oleh investor. Tetapi fluktuasi ini hanya bersifat sementara dan akan kembali sejalan dengan fundamental perusahaan dalam jangka panjang.

Jika Anda cenderung membeli dan menahan saham untuk jangka waktu yang lama, fluktuasi penghasilan perusahaan dalam jangka pendek tidak perlu terlalu diperhatikan. Tidak ada alasan untuk kecewa dengan satu laporan penghasilan yang buruk atau terlalu senang dengan satu laporan penghasilan yang hebat. Apa yang akan membuat perbedaan adalah penghasilan jangka panjang.

Penghasilan Jangka Panjang

Penghasilan jangka panjang perusahaan adalah tolak ukur yang baik untuk harga saham. Ini berlaku untuk perusahaan muda yang sedang tumbuh atau perusahaan matang yang sudah stabil secara fundamental.

Perusahaan muda yang sedang tumbuh dapat menginvestasikan kembali dan menggunakan penghasilan mereka untuk mengembangkan bisnis. Jika dilakukan dengan bijak, ini akan membantu perusahaan menjadi lebih menguntungkan. Perusahaan yang sudah matang seringkali tidak memiliki banyak peluang untuk ekspansi, tetapi mereka dapat memberikan sebagian dari penghasilan itu kembali kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Mereka juga dapat membeli kembali saham, dan meningkatkan nilai saham.

Seberapa baik perusahaan menggunakan penghasilan mereka adalah kuncinya. Jika digunakan secara bijak, perusahaan dan harga sahamnya akan cenderung berkembang tetapi jika digunakan dengan buruk, baik perusahaan maupun penghasilannya tidak akan berkembang dan perlahan-lahan runtuh. Itu sangat tergantung pada kualitas manajemen. Manajemen yang baik memanfaatkan laba secara maksimal untuk meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang sahamnya.

Estimasi Penghasilan

Perusahaan-perusahaan dengan estimasi penghasilan yang terlalu tinggi lebih mungkin untuk kehilangan target penghasilan mereka. Selalu menantang untuk memenuhi harapan yang tinggi itu. Perusahaan dengan estimasi penghasilan yang lebih rendah cenderung lebih baik dari yang diharapkan.

Penting untuk diingat bahwa harga saham sudah mencerminkan ekspektasi pasar terhadap penghasilan perusahaan. Itulah gagasan bahwa pasar menjadi “efisien.” Semua informasi yang tersedia sudah tercermin dalam harga saham. Itulah teorinya, walaupun dalam praktiknya bisa berbeda.

Perubahan Estimasi Penghasilan

Jika perusahaan mengumumkan peningkatan penghasilan 10% atau lebih dalam periode tertentu, harga sahamnya cenderung menguat dan bahkan dapat mengungguli pasar secara keseluruhan. Namun, jika penghasilan perusahaan menurun, efek sebaliknya akan terjadi.

Ketika semuanya terlihat lebih baik dari yang diharapkan, orang-orang menjadi bersemangat dan berani membeli dengan harga tinggi.

Kesimpulan

Penghasilan perusahaan memang dapat memiliki dampak signifikan pada harga sahamnya. Masalah sebenarnya lebih pada berapa lama periode investasi Anda. Jika Anda berinvestasi dengan tujuan memiliki saham dalam jangka panjang, fluktuasi penghasilan perusahaan dalam jangka pendek sebagian besar tidak akan memengaruhi nilai investasi Anda. Warren Buffett tidak terlalu khawatir tentang hal-hal seperti itu.

Namun, jika Anda ingin berinvestasi dalam saham untuk keuntungan jangka pendek, maka semua masalah seputar penghasilan jangka pendek dapat menjadi signifikan bagi keberhasilan investasi Anda.

Untuk hasil terbaik, buat keputusan berdasarkan periode investasi Anda.

6 Karakteristik Saham untuk Investasi Jangka Panjang

6 Karakteristik Saham untuk Investasi Jangka Panjang
Durasi Baca: 2 menit

Warren Buffett dan value investor lainnya sering memperingatkan bahwa Anda harus bersedia bersabar dan tetap berada di jalur yang telah Anda pilih untuk waktu yang lama untuk memperoleh manfaat dari memiliki saham-saham yang undervalued. Kadang-kadang, bahkan bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun untuk melihat nilai investasi Anda meningkat secara signifikan.

Sangat penting untuk memisahkan saham-saham untuk investasi jangka panjang dari saham-saham untuk investasi jangka pendek. Untuk menemukan saham yang dapat Anda simpan selama 10 tahun atau lebih, penting untuk mengetahui karakteristik saham-saham ini.

Saham untuk investasi jangka panjang biasanya memiliki karakteristik ini:

  1. Bisnis yang masih akan berkembang 10, 20, atau bahkan 30 tahun dari hari ini. Bisnis sederhana yang menghasilkan produk atau layanan yang telah teruji oleh waktu biasanya merupakan investasi jangka panjang yang baik. Beberapa contoh produk dan layanan ini adalah sabun mandi, sampo, pasta gigi, kertas toilet, bank, dan perusahaan asuransi.
    • Banyak bisnis seperti ini terlihat “membosankan.” Tetapi produk dan layanan ini telah ada sejak lama dan akan terus menjadi penting.
    • Perusahaan teknologi tinggi sering tidak memenuhi persyaratan ini, kecuali mereka sangat mapan dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Amazon, Microsoft, dan Apple dapat menjadi contoh yang bagus. Tetapi jika Anda pernah mendengar perusahaan teknologi dari tahun 90-an seperti AOL, Yahoo, AltaVista, Lycos, Netscape, Anda akan menyadari bahwa tidak banyak yang bertahan sampai sekarang. Sebagian besar perusahaan ini akhirnya bangkrut, merger, atau diakuisisi oleh perusahaan besar lainnya.
  2. Keuangan yang solid. Perusahaan dengan utang minimal dan arus kas yang baik cenderung bertahan bahkan ketika ekonomi sedang goyah. Perusahaan-perusahaan ini biasanya mampu bertahan dan membayar dividen secara konsisten. Pembayaran dividen berasal dari pendapatan tetapi di luar apa yang dibutuhkan perusahaan untuk tumbuh atau berkembang.
    • Apakah perusahaan dihargai secara adil? Seberapa ketat persaingan dalam industri yang sama berkaitan dengan nilai perusahaan dan harga saham? Ini adalah saat yang tepat untuk mengetahui nilai sebenarnya dari perusahaan dengan melakukan analisis yang cerdas.
  3. Penghasilan konsisten. Apakah pendapatan perusahaan dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi? Seberapa besar pengaruhnya? Ketika perusahaan telah mengalami penurunan pendapatan di masa lalu, apakah Anda tahu penyebabnya? Apakah pendapatan perusahaan meningkat selama 10 tahun terakhir? Bisakah Anda berharap penghasilan mereka terus meningkat?
    • Value investor percaya bahwa pertumbuhan pendapatan jangka panjang akan mengarah pada peningkatan harga saham jangka panjang.
  4. Sejarah yang baik. Jika Anda melihat perusahaan yang kuat dan populer hari ini, Anda akan melihat bahwa sebagian besar dari mereka telah memegang posisi yang baik di masa lalu. Perusahaan tidak tiba-tiba menjadi kuat dan populer. Banyak dari perusahaan ini telah ada selama masa kanak-kanak orang tua atau kakek nenek Anda.
    • Bagaimana kinerja perusahaan dalam ekonomi yang buruk? Jika kinerjanya buruk, apakah masih rentan terhadap kondisi ekonomi yang sama?
  5. Manajemen yang baik dan konsisten. Eksekutif di perusahaan jenis ini tidak harus melakukan sesuatu yang spektakuler. Mereka hanya menjalankan perusahaan dengan hati-hati dan menghindari melakukan sesuatu yang bodoh. Faktor manusia tidak dapat diprediksi, sehingga manajemen yang solid sangat penting.
    • Bisnis terbaik mungkin tidak membutuhkan manajemen yang hebat, tetapi tetap baik untuk memilikinya.
  6. Memahami apa yang berpotensi membuat perusahaan Anda tidak stabil. Apakah itu pekerja yang kurang kompeten? Teknologi baru? Utang yang terlalu besar? Apakah persaingan menempatkan perusahaan Anda pada posisi yang sulit?
    • Memahami sisi buruk adalah penting untuk mengevaluasi sisi positif. Berapa besar risiko yang diperlukan untuk mendapatkan potensi keuntungan?

Memilih saham untuk investasi jangka panjang sama seperti memilih pasangan untuk hubungan jangka panjang. Pasangan tertentu mungkin sangat cocok untuk hubungan jangka pendek, tetapi bisa menjadi bencana dalam jangka panjang. Value investing yang sukses membutuhkan upaya untuk menemukan saham perusahaan yang dapat disimpan selama 10 tahun atau lebih. Perusahaan yang memiliki karakteristik ini seringkali merupakan investasi terbaik.

“If you aren’t willing to own a stock for ten years, don’t even think about owning it for ten minutes.”

Warren Buffet

8 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Publik

8 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Publik
Durasi Baca: 2 menit

Perusahaan publik yang saya maksudkan di sini adalah perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di pasar modal. Ada banyak informasi tentang cara menganalisis perusahaan dari perspektif keuangan. Jika hanya memeriksa beberapa angka sudah cukup, maka kita semua akan menjadi kaya. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Angka-angka hanya memberikan indikasi jika diperlukan penelitian lebih lanjut. Ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan selain rasio keuangan.

Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan penting ini sebelum Anda menginvestasikan uang Anda di perusahaan publik:

  1. Berapa banyak uang tunai yang dimiliki perusahaan? Perusahaan dengan cadangan uang tunai yang sehat dapat mengatasi masalah keuangan jangka pendek. Perusahaan dengan sedikit uang berpotensi memiliki masalah keuangan. Pertimbangkan berapa banyak uang tunai yang dimiliki perusahaan dan berapa banyak utang perusahaan.
  2. Apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif? Produk mie instan Indomie dari perusahaan Indofood memiliki resep rahasia dan merek yang kuat. Perusahaan farmasi seperti Kalbe Farma mungkin memiliki beberapa paten yang tidak akan kedaluwarsa untuk beberapa tahun. Keunggulan kompetitif apa yang dimiliki perusahaan yang sedang Anda analisis?
  3. Apakah perusahaan mendapat untung? Perusahaan dengan laba yang tumbuh pada akhirnya akan diikuti oleh kenaikan harga sahamnya. Cari tahu berapa penghasilan perusahaan setiap tahun. Apakah labanya meningkat atau menurun?
  4. Seberapa baik tim manajemen perusahaan? Tim manajemen yang hebat memiliki potensi untuk mengubah perusahaan menjadi lebih baik. Tim yang lemah dapat menarik perusahaan besar ke jurang kehancuran. Berapa lama tim manajemen telah bekerja untuk mengelola perusahaan?
    • Jika tim perusahaan adalah orang baru, periksa latar belakang eksekutif. Anda mungkin terkejut dengan apa yang akan Anda temukan. Ketahui sejarah kerja masing-masing eksekutif.
  5. Apakah perusahaan menjadi sombong? Perusahaan yang terlalu percaya diri menjadi malas dan menghabiskan uang mereka dengan buruk. Idealnya, sebuah perusahaan hanya menghabiskan uang untuk menghasilkan lebih banyak uang. Perusahaan yang terlalu percaya diri mulai mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting, seperti membangun kantor pusat baru atau perjalanan bisnis yang tidak perlu.
  6. Apa masa depan industri ini? Misalnya, perusahaan rental kaset video mungkin merupakan investasi besar 20 tahun yang lalu tetapi itu bukan investasi yang baik lima tahun yang lalu, karena model bisnisnya hampir mati.
    • Apakah kemajuan teknologi akan merusak masa depan perusahaan Anda? Apa yang Anda harapkan dalam industri ini dalam 10 tahun ke depan?
  7. Apakah perusahaan memiliki ruang untuk tumbuh? Perusahaan kecil seringkali memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang daripada perusahaan besar. Apakah jenis industri ini masih memiliki ruang untuk pertumbuhan?
  8. Bagaimana persaingannya? Siapa pesaing utama? Adakah pesaing yang memiliki keunggulan signifikan? Adalah suatu kesalahan untuk hanya mempertimbangkan kualitas perusahaan yang menarik minat Anda.

Penting untuk mempertimbangkan keputusan investasi Anda dengan cermat. Sebagian besar dari kita menghabiskan lebih banyak waktu melakukan riset terperinci untuk liburan daripada meneliti investasi kita. Berinvestasi seharusnya tidak seperti membeli tiket lotre. Ini bukan pertaruhan. Ini adalah keputusan terbaik Anda berdasarkan penelitian yang cermat.

Liburan ke luar negeri mungkin lebih mengasyikkan, tetapi berinvestasi dengan bijak dapat membayar perjalanan liburan Anda seumur hidup! Lakukan penelitian yang cermat untuk investasi Anda sebelum membuat keputusan akhir.

Cara Berinvestasi Seperti Warren Buffett

Cara Berinvestasi Seperti Warren Buffett
Durasi Baca: 3 menit

Oracle of Omaha adalah nama panggilan untuk Warren Buffett, salah satu investor terbesar sepanjang masa. Dia disebut The Oracle of Omaha karena komunitas investasi hampir selalu mengikuti pilihan investasi dan komentarnya di pasar, dan dia tinggal dan bekerja di Omaha, Nebraska. Buffett adalah ketua dan CEO Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan yang menjadi pemegang saham pengendali pada pertengahan 1960-an.

Warren Buffett adalah salah satu pria terkaya di dunia. Dia membangun kekayaannya menggunakan strategi investasi yang sederhana namun kuat. Investasinya adalah investasi jangka panjang dengan membeli perusahaan yang sehat secara fundamental dan diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya. Beberapa investasinya yang sering diliput oleh media termasuk Coca-Cola, Gillette, dan Dairy Queen. Pada 2018, Oracle of Omaha diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 90 miliar.

Meskipun sebagian besar dari kita tidak memiliki kekayaan US$ 90 miliar, Anda tentu dapat belajar satu atau dua hal dari Warren Buffett dan meningkatkan kekayaan Anda secara signifikan dalam jangka panjang.

Meskipun Warren Buffett tidak pernah secara resmi menulis cara mengevaluasi dan memilih saham, ada banyak hal yang dapat dipelajari dari surat-surat yang dia tulis kepada para pemegang sahamnya.

Aturan berikut ini sejalan dengan surat-surat yang dia tulis kepada pemegang sahamnya di Berkshire Hathaway:

  1. Aturan # 1: Jangan kehilangan uang. Filosofi dasar Warren Buffett adalah membeli saham dengan harga kurang dari nilainya dan kemudian membiarkan pasar menyadari kembali nilai sebenarnya dari saham ini. Ini biasanya disebut sebagai value investing dan telah menjadi landasan filosofinya sejak awal. Ini adalah aturan yang paling penting.
  2. Perusahaan harus memiliki profitabilitas yang kuat. Warren Buffett lebih suka perusahaan yang telah terbukti menguntungkan daripada perusahaan yang suatu hari nanti akan menguntungkan. Ada beberapa langkah yang dia gunakan untuk menentukan ini. Beberapa di antaranya termasuk Return on Equity (ROE), Return on Invested Capital (ROIC), dan marjin keuntungan.
    • ROE – Meskipun tidak ada yang tahu pasti, konsensusnya adalah dia lebih suka melihat ROE 15% atau lebih.
    • Marjin Keuntungan – Dalam hal ini, kita berbicara tentang membagi laba bersih dengan penjualan bersih. Jelas, semakin tinggi semakin baik.
  3. Perusahaan harus memiliki utang yang rendah. Memiliki terlalu banyak utang sangat buruk bagi semua orang, termasuk perusahaan. Poin tentang ROIC di atas memang sengaja saya lewatkan dan akan membahasnya lebih detail di artikel selanjutnya. Terkadang sebuah perusahaan tampaknya memiliki ROE yang tinggi, tetapi pada kenyataannya jumlahnya meningkat secara artifisial (karena faktor-faktor tertentu, baik disengaja atau tidak). Ini bisa terjadi ketika perusahaan menggunakan utang untuk membayar tagihannya. Di sinilah ROIC berperan.
    • Anda dapat membagi total kewajiban perusahaan dengan ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi rasionya, semakin banyak perusahaan menggunakan utang untuk menumbuhkan perusahaan. Hati-hati.
    • Perusahaan dengan banyak utang dapat dirugikan ketika suku bunga naik atau kredit menjadi lebih sulit diperoleh.
  4. Perusahaan harus memiliki manajemen yang kompeten. Buffett selalu menekankan pentingnya tim manajemen perusahaan. Dia menyukai tim manajemen yang cerdas dan rendah hati yang tidak hanya mengikuti arus. Dia telah menyatakan bahwa perusahaannya hanya mengalokasikan modal; tetapi tidak menyediakan tim manajemen.
    • Dia memiliki tradisi untuk tidak memengaruhi manajemen perusahaan, tetapi dia bersikeras bahwa manajemen yang baik harus ada. Pastikan perusahaan tempat Anda berinvestasi dijalankan oleh tim manajemen yang kompeten.
  5. Pemahaman. Buffett menolak untuk berinvestasi dalam bisnis yang tidak dia mengerti. Anda akan menemukan bahwa bisnis yang dia investasikan relatif sederhana. Dia sebagian besar menghindari perusahaan teknologi, karena seperti yang dia nyatakan, dia tidak sepenuhnya memahami jenis bisnis itu. Berinvestasilah hanya pada apa yang telah Anda pahami.
  6. Bersabarlah. Buffett telah memegang banyak saham selama 5 tahun atau lebih sebelum sahamnya naik 1%. Value investing membutuhkan waktu; Anda harus bersabar untuk melihat hasilnya. Jangan terburu-buru.

Meskipun butuh upaya luar biasa untuk menjadi seperti Warren Buffett, kita tentu dapat mengikuti prinsip-prinsip dasar dan meningkatkan hasil investasi kita sendiri. Fokuslah pada perusahaan-perusahaan yang diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya dengan sejarah profitabilitas yang baik, utang kecil, dan tim manajemen yang kompeten. Dan ingatlah untuk bersabar!

Jika Anda dapat menerapkan aturan investasi ini secara konsisten, Anda akan terkejut melihat betapa banyak kekayaan yang bisa Anda dapatkan!

Awas! Perangkap Investasi yang Tidak Anda Sadari dan Berbahaya

Awas! Perangkap Investasi yang Tidak Anda Sadari dan Berbahaya
Durasi Baca: 2 menit

Setiap kali ada uang yang terlibat apakah itu dalam bisnis atau investasi, selalu ada perangkap yang ingin Anda hindari. Mengetahui tentang perangkap ini sejak dini dapat membuat Anda lebih mudah menghindarinya. Perangkap dalam artikel ini semuanya bersifat psikologis, sehingga berlaku untuk semua orang.

Hindari perangkap berikut ini dan Anda akan menjadi investor yang jauh lebih sukses:

  1. Sunk cost trap. Perangkap ini terkait dengan kecenderungan orang untuk secara irasional menindaklanjuti kegiatan yang tidak memenuhi harapan mereka. Ini karena waktu dan / atau uang yang telah mereka investasikan. Dalam perangkap ini, investor mencoba untuk melindungi dan mempertahankan keputusan mereka yang terbukti salah. Dalam berinvestasi, ada lebih banyak yang dipertaruhkan daripada sekadar gengsi. Terkadang kita perlu mengakui kesalahan, mengambil kerugian, dan beralih ke rencana lain.
    • Jika keputusan investasi Anda ternyata salah, semakin cepat Anda bertindak, semakin baik.
    • Beberapa saham membutuhkan waktu yang lama untuk pulih. Beberapa tidak pernah pulih. Putuskan dengan cepat dan bijak kemudian segera ambil tindakan.
  2. Perangkap lainnya adalah mempertanyakan keputusan investasi yang terbukti salah dengan orang yang salah.
    • Jangan terlalu bergantung pada orang lain. Anda harus mandiri dan belajar melakukan analisis sendiri. Jika Anda mengalami kesulitan, mintalah masukan dari orang-orang yang benar-benar mampu menangani masalah Anda kemudian pelajari lebih lanjut.
    • Jika orang lain menderita karena keputusan yang salah, mereka mungkin menghasut Anda untuk jatuh bersama. Anda tidak harus jatuh ke dalam perangkap ini.
    • Cari sumber informasi yang objektif untuk membuat keputusan bijak.
  3. Hindari membiarkan teman dan keluarga menyesatkan Anda. Batasi jumlah pengaruh teman dan keluarga Anda terhadap keputusan investasi Anda.
    • Memang, kadang-kadang mereka dapat memberikan saran yang berguna untuk Anda, tetapi seringkali input yang mereka berikan terbatas pada informasi yang mereka miliki, dan bahkan akan mengaburkan keputusan investasi Anda.
    • Hanya izinkan orang lain untuk memengaruhi keputusan Anda sejauh mereka telah membuktikan keahlian mereka dalam bidang ini. Memang sulit menghadapi teman dan keluarga tentang masalah uang. Jadilah cerdas karena ini menyangkut masa depan Anda.
  4. Tidak bergerak karena takut adalah hal yang buruk. Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada 2 respon dasar yang dimiliki manusia ketika diancam: melawan atau melarikan diri. Tapi sebenarnya ada yang ketiga: tidak bergerak karena takut.
    • Apakah Anda merasa sulit untuk mengambil tindakan ketika segala sesuatunya berjalan buruk? Ketika ada tantangan, yang terbaik adalah membuat keputusan yang bijaksana dan menindaklanjuti keputusan itu. Jangan tunggu sampai terlambat.
  5. Jadilah fleksibel. Banyak orang percaya hal pertama yang mereka dengar tanpa mencari tahu lebih banyak.
    • Hal pertama yang Anda dengar belum tentu yang paling akurat. Anda dapat menerima semua informasi yang Anda dapatkan tetapi tetaplah kritis. Banyak hal yang awalnya diyakini oleh hampir semua orang seketika berubah menjadi kebalikannya. Cobalah untuk mempertimbangkan berapa banyak hal tentang investasi yang Anda yakini sejauh ini mungkin juga tidak sesuai.
  6. Hindari membesar-besarkan kemampuan investasi Anda. Banyak orang ingin percaya bahwa mereka sangat terampil.
    • Yang benar adalah bahwa banyak orang yang mengaku sebagai “ahli” sebenarnya tidak lebih dari orang yang melakukan trik pemasaran untuk mempromosikan diri mereka sendiri. Anda mungkin dapat melakukan lebih baik daripada orang-orang ini selama Anda terus belajar untuk memperkaya pengetahuan investasi Anda.
    • Investor yang baik adalah pakar sejati yang menghabiskan sepanjang hari mempelajari dan menganalisis, dan memiliki akses ke informasi berharga yang tidak dimiliki investor biasa.
    • Banyak investor kehilangan kekayaan karena mereka percaya mereka tahu lebih baik daripada orang lain. Mungkin Anda merasa seperti seorang jenius finansial, tetapi bisakah Anda mengambil risiko jika pada kenyataannya Anda tidak bisa?

Psikologi manusia adalah hal yang rumit. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap ini dan melihat portofolio investasi Anda jatuh. Ketika Anda tidak menyadari perangkap ini, Anda mungkin menjadi korban bagi diri Anda sendiri.

Membayar Diri Sendiri: Cara Melakukannya dan Mengapa

Membayar Diri Sendiri: Cara Melakukannya dan Mengapa
Durasi Baca: 2 menit

Kita semua pernah mendengar nasihat keuangan, “Pay yourself first.” Banyak ahli menganggap ini sebagai tip keuangan yang paling penting. Tetapi mari kita telaah apa arti nasihat ini.

Nasihat ini terkait tentang praktik menabung sebagian dari penghasilan Anda sebelum Anda menggunakannya untuk membayar semua tagihan Anda.

Idealnya, uang akan disisihkan dari penghasilan Anda untuk disimpan ke dalam semacam akun investasi. Jika Anda tidak memiliki cukup uang di rekening tabungan, Anda tidak akan dapat membelanjakannya.

Anda berpikir bahwa Anda dapat dengan mudah membayar semua tagihan Anda dan kemudian menyimpan sisa uangnya, tetapi dalam praktiknya, itu jarang berhasil. Apa yang biasanya terjadi adalah bahwa kebutuhan untuk memenuhi gaya hidup Anda akan meningkat sebanyak uang di rekening tabungan Anda dan tidak akan ada yang tersisa setelahnya.

Dengan membayar diri sendiri terlebih dahulu, Anda akan menyesuaikan gaya hidup Anda dan menghemat uang dengan lebih mudah.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda membayar diri sendiri terlebih dahulu:

  • Lakukan secara otomatis. Anda dapat menyisihkan uang secara manual dari penghasilan Anda atau mengatur rekening tabungan Anda sehingga sebagian uang Anda diinvestasikan secara otomatis.
    • Beberapa perusahaan besar biasanya telah menyiapkan program investasi untuk karyawan mereka. Misalnya, sebagian dari gaji Anda akan ditransfer ke dalam semacam akun investasi, sisanya akan ditransfer ke akun tabungan Anda. Ini adalah metode yang ideal.
    • Jika hal di atas tidak memungkinkan, Anda juga dapat mengatur akun tabungan Anda untuk secara otomatis mentransfer jumlah yang ditetapkan pada tanggal tertentu setiap bulan ke akun investasi Anda. Namun, pastikan untuk tidak menghabiskan uang Anda sebelum semua “tagihan” Anda dibayar.
  • Tantangan psikologis. Sebagian besar dari kita merasa tidak punya cukup uang untuk ditabung. Ini tidak benar! Faktanya, kebanyakan dari kita memiliki banyak pengeluaran yang tidak kita butuhkan. Periksa pengeluaran Anda dan lihat apakah Anda dapat menghemat uang.
    • Solusi lain adalah mulai menabung 1% dari penghasilan Anda. Ini sangat kecil dan Anda tidak akan kehilangan penghasilan Anda. Bulan depan cobalah menabung 2%. Terus tingkatkan jumlahnya selama mungkin. Anda hebat jika Anda bisa menabung hingga 20% atau lebih!
    • Setiap kali Anda melunasi hutang, pertimbangkan untuk tetap mengalokasikan sejumlah uang setiap bulan seolah-olah Anda masih membayar cicilan, hanya sekarang Anda melakukannya untuk membayar diri sendiri.

Membayar diri sendiri terlebih dahulu adalah salah satu hal terbesar yang dapat Anda lakukan untuk masa depan finansial Anda. Kuncinya adalah memisahkan uang dari tangan Anda secepat mungkin dan memasukkannya ke akun investasi. Dengan begitu, Anda tidak akan pernah punya cukup uang di tangan Anda untuk dibelanjakan, kecuali untuk hal-hal penting dan darurat. Mulai hari ini, hemat uang Anda dan investasikan secara teratur untuk masa depan finansial yang sukses!

Memahami Nilai Waktu Uang

Memahami Nilai Waktu Uang
Durasi Baca: 2 menit

Anda tentu akrab dengan ungkapan, “Waktu adalah uang.” Apa arti ungkapan ini bagi Anda? Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak berwujud seperti waktu setara dengan uang di saku Anda?

Kedua istilah tersebut sangat erat hubungannya sehingga mereka dapat merujuk pada nilai yang sama. Meskipun secara pribadi saya lebih menghargai waktu daripada uang, namun, kali ini saya akan menyamakan persepsi bahwa waktu adalah uang. Misalnya, jika Anda menghasilkan 100 ribu rupiah per jam, maka tiga jam dari waktu Anda adalah 300 ribu rupiah. Dalam hal ini, Anda dapat dengan jelas melihat bagaimana waktu adalah uang.

Mari selangkah lebih maju tentang konsep ini. Di dunia keuangan, ada konsep yang disebut “time value of money“. Contoh paling sederhana adalah menerima 10 ribu rupiah hari ini lebih baik daripada menerima 10 ribu rupiah enam bulan dari hari ini. Semakin cepat Anda menerima uang, semakin bernilai.

Ini terutama karena Anda dapat mulai menghasilkan uang dengan 10 ribu rupiah segera setelah Anda menerimanya!

Lalu, apa nilai yang setara di masa depan? Itu adalah “nilai masa depan”.

Nilai masa depan secara sederhana adalah jumlah awal ditambah bunga atau keuntungan apa pun yang dapat Anda harapkan untuk diterima selama periode waktu tertentu. Misalkan Anda memiliki opsi untuk menerima 10 juta rupiah hari ini atau 10,5 juta rupiah dalam 12 bulan. Mana pilihan yang lebih baik?

Itu tergantung pada seberapa baik Anda menghasilkan uang. Jika Anda yakin dapat menghasilkan 10% dari uang Anda dalam 12 bulan, maka lebih baik mengambil 10 juta rupiah hari ini. Anda dapat menghasilkan tambahan 1 juta rupiah dalam 12 bulan dengan mengambil kepemilikan uang itu sekarang. Ini lebih baik daripada Anda harus menunggu 12 bulan hanya untuk menerima tambahan 500 ribu rupiah.

Perhatikan contoh sebaliknya. Misalkan Anda tertarik untuk menyewa mobil, tetapi Anda tidak ingin melakukan pembayaran bulanan. Dealer Anda akan dengan senang hati menghitung pembayaran dan segera memberi Anda tagihan. Dealer mobil biasanya bersedia memberikan diskon jika mereka bisa mendapatkan semua uang mereka hari ini, daripada menerima pembayaran selama tiga tahun ke depan.

Itu adalah contoh dari “nilai saat ini.”

Perhatikan bahwa ketiga istilah tersebut terkait:

  • Nilai waktu. Nilai waktu dari uang menyatakan bahwa uang di masa sekarang bernilai lebih dari jumlah yang sama di masa depan. Ini adalah prinsip dasar dalam keuangan.
  • Nilai masa depan. Nilai masa depan adalah nilai yang diterima oleh uang saat ini di masa depan. Suku bunga saat ini dan periode waktu menentukan nilai masa depan.
  • Nilai saat ini. Nilai saat ini adalah nilai sekarang dari pembayaran yang diharapkan di masa depan. Periode waktu dan suku bunga yang berlaku juga menentukan nilai saat ini.

Dalam konsep ini, ungkapan, “Waktu adalah uang” adalah benar! Ingatlah untuk mempertimbangkan waktu dalam perhitungan Anda. Anda mungkin bukan ahli keuangan perusahaan, tetapi konsep yang sama berlaku untuk keuangan pribadi Anda. Pastikan waktu ada di pihak Anda.