Apakah Harga Saham Benar-Benar Mengikuti Penghasilan Perusahaan?

Apakah Harga Saham Benar-Benar Mengikuti Penghasilan Perusahaan?
Durasi Baca: 2 menit

Mungkin kita pernah mendengar pernyataan bahwa harga saham akan bergerak mengikuti penghasilan perusahaan. Apakah pernyataan itu benar? Saat ini jumlah investor di pasar modal semakin meningkat dan pergerakan harga saham cenderung dipengaruhi oleh sentimen investor. Sentimen investor adalah perasaan individu yang optimis atau pesimis berlebihan terhadap suatu situasi, yang menentukan terbentuknya harga di pasar saham.

Penghasilan Jangka Pendek

Harga saham dapat bergerak tidak stabil dalam jangka pendek, terutama ketika laporan penghasilan perusahaan secara signifikan lebih tinggi atau lebih rendah dari yang diharapkan oleh investor. Tetapi fluktuasi ini hanya bersifat sementara dan akan kembali sejalan dengan fundamental perusahaan dalam jangka panjang.

Jika Anda cenderung membeli dan menahan saham untuk jangka waktu yang lama, fluktuasi penghasilan perusahaan dalam jangka pendek tidak perlu terlalu diperhatikan. Tidak ada alasan untuk kecewa dengan satu laporan penghasilan yang buruk atau terlalu senang dengan satu laporan penghasilan yang hebat. Apa yang akan membuat perbedaan adalah penghasilan jangka panjang.

Penghasilan Jangka Panjang

Penghasilan jangka panjang perusahaan adalah tolak ukur yang baik untuk harga saham. Ini berlaku untuk perusahaan muda yang sedang tumbuh atau perusahaan matang yang sudah stabil secara fundamental.

Perusahaan muda yang sedang tumbuh dapat menginvestasikan kembali dan menggunakan penghasilan mereka untuk mengembangkan bisnis. Jika dilakukan dengan bijak, ini akan membantu perusahaan menjadi lebih menguntungkan. Perusahaan yang sudah matang seringkali tidak memiliki banyak peluang untuk ekspansi, tetapi mereka dapat memberikan sebagian dari penghasilan itu kembali kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Mereka juga dapat membeli kembali saham, dan meningkatkan nilai saham.

Seberapa baik perusahaan menggunakan penghasilan mereka adalah kuncinya. Jika digunakan secara bijak, perusahaan dan harga sahamnya akan cenderung berkembang tetapi jika digunakan dengan buruk, baik perusahaan maupun penghasilannya tidak akan berkembang dan perlahan-lahan runtuh. Itu sangat tergantung pada kualitas manajemen. Manajemen yang baik memanfaatkan laba secara maksimal untuk meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang sahamnya.

Estimasi Penghasilan

Perusahaan-perusahaan dengan estimasi penghasilan yang terlalu tinggi lebih mungkin untuk kehilangan target penghasilan mereka. Selalu menantang untuk memenuhi harapan yang tinggi itu. Perusahaan dengan estimasi penghasilan yang lebih rendah cenderung lebih baik dari yang diharapkan.

Penting untuk diingat bahwa harga saham sudah mencerminkan ekspektasi pasar terhadap penghasilan perusahaan. Itulah gagasan bahwa pasar menjadi “efisien.” Semua informasi yang tersedia sudah tercermin dalam harga saham. Itulah teorinya, walaupun dalam praktiknya bisa berbeda.

Perubahan Estimasi Penghasilan

Jika perusahaan mengumumkan peningkatan penghasilan 10% atau lebih dalam periode tertentu, harga sahamnya cenderung menguat dan bahkan dapat mengungguli pasar secara keseluruhan. Namun, jika penghasilan perusahaan menurun, efek sebaliknya akan terjadi.

Ketika semuanya terlihat lebih baik dari yang diharapkan, orang-orang menjadi bersemangat dan berani membeli dengan harga tinggi.

Kesimpulan

Penghasilan perusahaan memang dapat memiliki dampak signifikan pada harga sahamnya. Masalah sebenarnya lebih pada berapa lama periode investasi Anda. Jika Anda berinvestasi dengan tujuan memiliki saham dalam jangka panjang, fluktuasi penghasilan perusahaan dalam jangka pendek sebagian besar tidak akan memengaruhi nilai investasi Anda. Warren Buffett tidak terlalu khawatir tentang hal-hal seperti itu.

Namun, jika Anda ingin berinvestasi dalam saham untuk keuntungan jangka pendek, maka semua masalah seputar penghasilan jangka pendek dapat menjadi signifikan bagi keberhasilan investasi Anda.

Untuk hasil terbaik, buat keputusan berdasarkan periode investasi Anda.

6 Karakteristik Saham untuk Investasi Jangka Panjang

6 Karakteristik Saham untuk Investasi Jangka Panjang
Durasi Baca: 2 menit

Warren Buffett dan value investor lainnya sering memperingatkan bahwa Anda harus bersedia bersabar dan tetap berada di jalur yang telah Anda pilih untuk waktu yang lama untuk memperoleh manfaat dari memiliki saham-saham yang undervalued. Kadang-kadang, bahkan bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun untuk melihat nilai investasi Anda meningkat secara signifikan.

Sangat penting untuk memisahkan saham-saham untuk investasi jangka panjang dari saham-saham untuk investasi jangka pendek. Untuk menemukan saham yang dapat Anda simpan selama 10 tahun atau lebih, penting untuk mengetahui karakteristik saham-saham ini.

Saham untuk investasi jangka panjang biasanya memiliki karakteristik ini:

  1. Bisnis yang masih akan berkembang 10, 20, atau bahkan 30 tahun dari hari ini. Bisnis sederhana yang menghasilkan produk atau layanan yang telah teruji oleh waktu biasanya merupakan investasi jangka panjang yang baik. Beberapa contoh produk dan layanan ini adalah sabun mandi, sampo, pasta gigi, kertas toilet, bank, dan perusahaan asuransi.
    • Banyak bisnis seperti ini terlihat “membosankan.” Tetapi produk dan layanan ini telah ada sejak lama dan akan terus menjadi penting.
    • Perusahaan teknologi tinggi sering tidak memenuhi persyaratan ini, kecuali mereka sangat mapan dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Amazon, Microsoft, dan Apple dapat menjadi contoh yang bagus. Tetapi jika Anda pernah mendengar perusahaan teknologi dari tahun 90-an seperti AOL, Yahoo, AltaVista, Lycos, Netscape, Anda akan menyadari bahwa tidak banyak yang bertahan sampai sekarang. Sebagian besar perusahaan ini akhirnya bangkrut, merger, atau diakuisisi oleh perusahaan besar lainnya.
  2. Keuangan yang solid. Perusahaan dengan utang minimal dan arus kas yang baik cenderung bertahan bahkan ketika ekonomi sedang goyah. Perusahaan-perusahaan ini biasanya mampu bertahan dan membayar dividen secara konsisten. Pembayaran dividen berasal dari pendapatan tetapi di luar apa yang dibutuhkan perusahaan untuk tumbuh atau berkembang.
    • Apakah perusahaan dihargai secara adil? Seberapa ketat persaingan dalam industri yang sama berkaitan dengan nilai perusahaan dan harga saham? Ini adalah saat yang tepat untuk mengetahui nilai sebenarnya dari perusahaan dengan melakukan analisis yang cerdas.
  3. Penghasilan konsisten. Apakah pendapatan perusahaan dipengaruhi oleh kekuatan ekonomi? Seberapa besar pengaruhnya? Ketika perusahaan telah mengalami penurunan pendapatan di masa lalu, apakah Anda tahu penyebabnya? Apakah pendapatan perusahaan meningkat selama 10 tahun terakhir? Bisakah Anda berharap penghasilan mereka terus meningkat?
    • Value investor percaya bahwa pertumbuhan pendapatan jangka panjang akan mengarah pada peningkatan harga saham jangka panjang.
  4. Sejarah yang baik. Jika Anda melihat perusahaan yang kuat dan populer hari ini, Anda akan melihat bahwa sebagian besar dari mereka telah memegang posisi yang baik di masa lalu. Perusahaan tidak tiba-tiba menjadi kuat dan populer. Banyak dari perusahaan ini telah ada selama masa kanak-kanak orang tua atau kakek nenek Anda.
    • Bagaimana kinerja perusahaan dalam ekonomi yang buruk? Jika kinerjanya buruk, apakah masih rentan terhadap kondisi ekonomi yang sama?
  5. Manajemen yang baik dan konsisten. Eksekutif di perusahaan jenis ini tidak harus melakukan sesuatu yang spektakuler. Mereka hanya menjalankan perusahaan dengan hati-hati dan menghindari melakukan sesuatu yang bodoh. Faktor manusia tidak dapat diprediksi, sehingga manajemen yang solid sangat penting.
    • Bisnis terbaik mungkin tidak membutuhkan manajemen yang hebat, tetapi tetap baik untuk memilikinya.
  6. Memahami apa yang berpotensi membuat perusahaan Anda tidak stabil. Apakah itu pekerja yang kurang kompeten? Teknologi baru? Utang yang terlalu besar? Apakah persaingan menempatkan perusahaan Anda pada posisi yang sulit?
    • Memahami sisi buruk adalah penting untuk mengevaluasi sisi positif. Berapa besar risiko yang diperlukan untuk mendapatkan potensi keuntungan?

Memilih saham untuk investasi jangka panjang sama seperti memilih pasangan untuk hubungan jangka panjang. Pasangan tertentu mungkin sangat cocok untuk hubungan jangka pendek, tetapi bisa menjadi bencana dalam jangka panjang. Value investing yang sukses membutuhkan upaya untuk menemukan saham perusahaan yang dapat disimpan selama 10 tahun atau lebih. Perusahaan yang memiliki karakteristik ini seringkali merupakan investasi terbaik.

“If you aren’t willing to own a stock for ten years, don’t even think about owning it for ten minutes.”

Warren Buffet

8 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Publik

8 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Publik
Durasi Baca: 2 menit

Perusahaan publik yang saya maksudkan di sini adalah perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di pasar modal. Ada banyak informasi tentang cara menganalisis perusahaan dari perspektif keuangan. Jika hanya memeriksa beberapa angka sudah cukup, maka kita semua akan menjadi kaya. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Angka-angka hanya memberikan indikasi jika diperlukan penelitian lebih lanjut. Ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan selain rasio keuangan.

Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan penting ini sebelum Anda menginvestasikan uang Anda di perusahaan publik:

  1. Berapa banyak uang tunai yang dimiliki perusahaan? Perusahaan dengan cadangan uang tunai yang sehat dapat mengatasi masalah keuangan jangka pendek. Perusahaan dengan sedikit uang berpotensi memiliki masalah keuangan. Pertimbangkan berapa banyak uang tunai yang dimiliki perusahaan dan berapa banyak utang perusahaan.
  2. Apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif? Produk mie instan Indomie dari perusahaan Indofood memiliki resep rahasia dan merek yang kuat. Perusahaan farmasi seperti Kalbe Farma mungkin memiliki beberapa paten yang tidak akan kedaluwarsa untuk beberapa tahun. Keunggulan kompetitif apa yang dimiliki perusahaan yang sedang Anda analisis?
  3. Apakah perusahaan mendapat untung? Perusahaan dengan laba yang tumbuh pada akhirnya akan diikuti oleh kenaikan harga sahamnya. Cari tahu berapa penghasilan perusahaan setiap tahun. Apakah labanya meningkat atau menurun?
  4. Seberapa baik tim manajemen perusahaan? Tim manajemen yang hebat memiliki potensi untuk mengubah perusahaan menjadi lebih baik. Tim yang lemah dapat menarik perusahaan besar ke jurang kehancuran. Berapa lama tim manajemen telah bekerja untuk mengelola perusahaan?
    • Jika tim perusahaan adalah orang baru, periksa latar belakang eksekutif. Anda mungkin terkejut dengan apa yang akan Anda temukan. Ketahui sejarah kerja masing-masing eksekutif.
  5. Apakah perusahaan menjadi sombong? Perusahaan yang terlalu percaya diri menjadi malas dan menghabiskan uang mereka dengan buruk. Idealnya, sebuah perusahaan hanya menghabiskan uang untuk menghasilkan lebih banyak uang. Perusahaan yang terlalu percaya diri mulai mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting, seperti membangun kantor pusat baru atau perjalanan bisnis yang tidak perlu.
  6. Apa masa depan industri ini? Misalnya, perusahaan rental kaset video mungkin merupakan investasi besar 20 tahun yang lalu tetapi itu bukan investasi yang baik lima tahun yang lalu, karena model bisnisnya hampir mati.
    • Apakah kemajuan teknologi akan merusak masa depan perusahaan Anda? Apa yang Anda harapkan dalam industri ini dalam 10 tahun ke depan?
  7. Apakah perusahaan memiliki ruang untuk tumbuh? Perusahaan kecil seringkali memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang daripada perusahaan besar. Apakah jenis industri ini masih memiliki ruang untuk pertumbuhan?
  8. Bagaimana persaingannya? Siapa pesaing utama? Adakah pesaing yang memiliki keunggulan signifikan? Adalah suatu kesalahan untuk hanya mempertimbangkan kualitas perusahaan yang menarik minat Anda.

Penting untuk mempertimbangkan keputusan investasi Anda dengan cermat. Sebagian besar dari kita menghabiskan lebih banyak waktu melakukan riset terperinci untuk liburan daripada meneliti investasi kita. Berinvestasi seharusnya tidak seperti membeli tiket lotre. Ini bukan pertaruhan. Ini adalah keputusan terbaik Anda berdasarkan penelitian yang cermat.

Liburan ke luar negeri mungkin lebih mengasyikkan, tetapi berinvestasi dengan bijak dapat membayar perjalanan liburan Anda seumur hidup! Lakukan penelitian yang cermat untuk investasi Anda sebelum membuat keputusan akhir.

Cara Berinvestasi Seperti Warren Buffett

Cara Berinvestasi Seperti Warren Buffett
Durasi Baca: 3 menit

Oracle of Omaha adalah nama panggilan untuk Warren Buffett, salah satu investor terbesar sepanjang masa. Dia disebut The Oracle of Omaha karena komunitas investasi hampir selalu mengikuti pilihan investasi dan komentarnya di pasar, dan dia tinggal dan bekerja di Omaha, Nebraska. Buffett adalah ketua dan CEO Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan yang menjadi pemegang saham pengendali pada pertengahan 1960-an.

Warren Buffett adalah salah satu pria terkaya di dunia. Dia membangun kekayaannya menggunakan strategi investasi yang sederhana namun kuat. Investasinya adalah investasi jangka panjang dengan membeli perusahaan yang sehat secara fundamental dan diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya. Beberapa investasinya yang sering diliput oleh media termasuk Coca-Cola, Gillette, dan Dairy Queen. Pada 2018, Oracle of Omaha diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 90 miliar.

Meskipun sebagian besar dari kita tidak memiliki kekayaan US$ 90 miliar, Anda tentu dapat belajar satu atau dua hal dari Warren Buffett dan meningkatkan kekayaan Anda secara signifikan dalam jangka panjang.

Meskipun Warren Buffett tidak pernah secara resmi menulis cara mengevaluasi dan memilih saham, ada banyak hal yang dapat dipelajari dari surat-surat yang dia tulis kepada para pemegang sahamnya.

Aturan berikut ini sejalan dengan surat-surat yang dia tulis kepada pemegang sahamnya di Berkshire Hathaway:

  1. Aturan # 1: Jangan kehilangan uang. Filosofi dasar Warren Buffett adalah membeli saham dengan harga kurang dari nilainya dan kemudian membiarkan pasar menyadari kembali nilai sebenarnya dari saham ini. Ini biasanya disebut sebagai value investing dan telah menjadi landasan filosofinya sejak awal. Ini adalah aturan yang paling penting.
  2. Perusahaan harus memiliki profitabilitas yang kuat. Warren Buffett lebih suka perusahaan yang telah terbukti menguntungkan daripada perusahaan yang suatu hari nanti akan menguntungkan. Ada beberapa langkah yang dia gunakan untuk menentukan ini. Beberapa di antaranya termasuk Return on Equity (ROE), Return on Invested Capital (ROIC), dan marjin keuntungan.
    • ROE – Meskipun tidak ada yang tahu pasti, konsensusnya adalah dia lebih suka melihat ROE 15% atau lebih.
    • Marjin Keuntungan – Dalam hal ini, kita berbicara tentang membagi laba bersih dengan penjualan bersih. Jelas, semakin tinggi semakin baik.
  3. Perusahaan harus memiliki utang yang rendah. Memiliki terlalu banyak utang sangat buruk bagi semua orang, termasuk perusahaan. Poin tentang ROIC di atas memang sengaja saya lewatkan dan akan membahasnya lebih detail di artikel selanjutnya. Terkadang sebuah perusahaan tampaknya memiliki ROE yang tinggi, tetapi pada kenyataannya jumlahnya meningkat secara artifisial (karena faktor-faktor tertentu, baik disengaja atau tidak). Ini bisa terjadi ketika perusahaan menggunakan utang untuk membayar tagihannya. Di sinilah ROIC berperan.
    • Anda dapat membagi total kewajiban perusahaan dengan ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi rasionya, semakin banyak perusahaan menggunakan utang untuk menumbuhkan perusahaan. Hati-hati.
    • Perusahaan dengan banyak utang dapat dirugikan ketika suku bunga naik atau kredit menjadi lebih sulit diperoleh.
  4. Perusahaan harus memiliki manajemen yang kompeten. Buffett selalu menekankan pentingnya tim manajemen perusahaan. Dia menyukai tim manajemen yang cerdas dan rendah hati yang tidak hanya mengikuti arus. Dia telah menyatakan bahwa perusahaannya hanya mengalokasikan modal; tetapi tidak menyediakan tim manajemen.
    • Dia memiliki tradisi untuk tidak memengaruhi manajemen perusahaan, tetapi dia bersikeras bahwa manajemen yang baik harus ada. Pastikan perusahaan tempat Anda berinvestasi dijalankan oleh tim manajemen yang kompeten.
  5. Pemahaman. Buffett menolak untuk berinvestasi dalam bisnis yang tidak dia mengerti. Anda akan menemukan bahwa bisnis yang dia investasikan relatif sederhana. Dia sebagian besar menghindari perusahaan teknologi, karena seperti yang dia nyatakan, dia tidak sepenuhnya memahami jenis bisnis itu. Berinvestasilah hanya pada apa yang telah Anda pahami.
  6. Bersabarlah. Buffett telah memegang banyak saham selama 5 tahun atau lebih sebelum sahamnya naik 1%. Value investing membutuhkan waktu; Anda harus bersabar untuk melihat hasilnya. Jangan terburu-buru.

Meskipun butuh upaya luar biasa untuk menjadi seperti Warren Buffett, kita tentu dapat mengikuti prinsip-prinsip dasar dan meningkatkan hasil investasi kita sendiri. Fokuslah pada perusahaan-perusahaan yang diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya dengan sejarah profitabilitas yang baik, utang kecil, dan tim manajemen yang kompeten. Dan ingatlah untuk bersabar!

Jika Anda dapat menerapkan aturan investasi ini secara konsisten, Anda akan terkejut melihat betapa banyak kekayaan yang bisa Anda dapatkan!

Awas! Perangkap Investasi yang Tidak Anda Sadari dan Berbahaya

Awas! Perangkap Investasi yang Tidak Anda Sadari dan Berbahaya
Durasi Baca: 2 menit

Setiap kali ada uang yang terlibat apakah itu dalam bisnis atau investasi, selalu ada perangkap yang ingin Anda hindari. Mengetahui tentang perangkap ini sejak dini dapat membuat Anda lebih mudah menghindarinya. Perangkap dalam artikel ini semuanya bersifat psikologis, sehingga berlaku untuk semua orang.

Hindari perangkap berikut ini dan Anda akan menjadi investor yang jauh lebih sukses:

  1. Sunk cost trap. Perangkap ini terkait dengan kecenderungan orang untuk secara irasional menindaklanjuti kegiatan yang tidak memenuhi harapan mereka. Ini karena waktu dan / atau uang yang telah mereka investasikan. Dalam perangkap ini, investor mencoba untuk melindungi dan mempertahankan keputusan mereka yang terbukti salah. Dalam berinvestasi, ada lebih banyak yang dipertaruhkan daripada sekadar gengsi. Terkadang kita perlu mengakui kesalahan, mengambil kerugian, dan beralih ke rencana lain.
    • Jika keputusan investasi Anda ternyata salah, semakin cepat Anda bertindak, semakin baik.
    • Beberapa saham membutuhkan waktu yang lama untuk pulih. Beberapa tidak pernah pulih. Putuskan dengan cepat dan bijak kemudian segera ambil tindakan.
  2. Perangkap lainnya adalah mempertanyakan keputusan investasi yang terbukti salah dengan orang yang salah.
    • Jangan terlalu bergantung pada orang lain. Anda harus mandiri dan belajar melakukan analisis sendiri. Jika Anda mengalami kesulitan, mintalah masukan dari orang-orang yang benar-benar mampu menangani masalah Anda kemudian pelajari lebih lanjut.
    • Jika orang lain menderita karena keputusan yang salah, mereka mungkin menghasut Anda untuk jatuh bersama. Anda tidak harus jatuh ke dalam perangkap ini.
    • Cari sumber informasi yang objektif untuk membuat keputusan bijak.
  3. Hindari membiarkan teman dan keluarga menyesatkan Anda. Batasi jumlah pengaruh teman dan keluarga Anda terhadap keputusan investasi Anda.
    • Memang, kadang-kadang mereka dapat memberikan saran yang berguna untuk Anda, tetapi seringkali input yang mereka berikan terbatas pada informasi yang mereka miliki, dan bahkan akan mengaburkan keputusan investasi Anda.
    • Hanya izinkan orang lain untuk memengaruhi keputusan Anda sejauh mereka telah membuktikan keahlian mereka dalam bidang ini. Memang sulit menghadapi teman dan keluarga tentang masalah uang. Jadilah cerdas karena ini menyangkut masa depan Anda.
  4. Tidak bergerak karena takut adalah hal yang buruk. Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada 2 respon dasar yang dimiliki manusia ketika diancam: melawan atau melarikan diri. Tapi sebenarnya ada yang ketiga: tidak bergerak karena takut.
    • Apakah Anda merasa sulit untuk mengambil tindakan ketika segala sesuatunya berjalan buruk? Ketika ada tantangan, yang terbaik adalah membuat keputusan yang bijaksana dan menindaklanjuti keputusan itu. Jangan tunggu sampai terlambat.
  5. Jadilah fleksibel. Banyak orang percaya hal pertama yang mereka dengar tanpa mencari tahu lebih banyak.
    • Hal pertama yang Anda dengar belum tentu yang paling akurat. Anda dapat menerima semua informasi yang Anda dapatkan tetapi tetaplah kritis. Banyak hal yang awalnya diyakini oleh hampir semua orang seketika berubah menjadi kebalikannya. Cobalah untuk mempertimbangkan berapa banyak hal tentang investasi yang Anda yakini sejauh ini mungkin juga tidak sesuai.
  6. Hindari membesar-besarkan kemampuan investasi Anda. Banyak orang ingin percaya bahwa mereka sangat terampil.
    • Yang benar adalah bahwa banyak orang yang mengaku sebagai “ahli” sebenarnya tidak lebih dari orang yang melakukan trik pemasaran untuk mempromosikan diri mereka sendiri. Anda mungkin dapat melakukan lebih baik daripada orang-orang ini selama Anda terus belajar untuk memperkaya pengetahuan investasi Anda.
    • Investor yang baik adalah pakar sejati yang menghabiskan sepanjang hari mempelajari dan menganalisis, dan memiliki akses ke informasi berharga yang tidak dimiliki investor biasa.
    • Banyak investor kehilangan kekayaan karena mereka percaya mereka tahu lebih baik daripada orang lain. Mungkin Anda merasa seperti seorang jenius finansial, tetapi bisakah Anda mengambil risiko jika pada kenyataannya Anda tidak bisa?

Psikologi manusia adalah hal yang rumit. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap ini dan melihat portofolio investasi Anda jatuh. Ketika Anda tidak menyadari perangkap ini, Anda mungkin menjadi korban bagi diri Anda sendiri.

7 Rasio Keuangan yang Sering Digunakan oleh Investor untuk Menganalisis Perusahaan

7 Rasio Keuangan Paling Penting yang Digunakan oleh Investor
Durasi Baca: 3 menit

Ada begitu banyak rasio keuangan, sulit untuk mengetahui mana yang paling penting. Memahami beberapa rasio paling mendasar akan memungkinkan investor untuk menentukan analisis selanjutnya. Untungnya, semua rasio keuangan menggunakan aritmatika sederhana yang dipelajari di sekolah. Kuncinya adalah memahami pesan yang diberikan rasio-rasio keuangan.

Rasio keuangan tidak mewakili perusahaan secara keseluruhan, tetapi banyak informasi berharga dapat ditemukan dalam rasio keuangan dan dapat digunakan untuk membuat keputusan investasi.

Berikut ini adalah 7 rasio keuangan dalam laporan keuangan yang biasa digunakan oleh investor untuk menganalisis perusahaan:

  1. Price to Earning Ratio (PER) atau rasio harga saham terhadap pendapatan. Rasio ini digunakan untuk mengukur berapa banyak uang yang Anda bayarkan untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Jika saham perusahaan dijual dengan harga Rp1.000 per saham dan laba yang dihasilkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp100 per saham, maka PERnya adalah 10. Ini berarti bahwa seorang investor yang ingin membeli saham ini bersedia mendapatkan Rp1 untuk setiap Rp10 yang diinvestasikannya.
    • PER = Harga per lembar saham / Laba bersih per lembar saham.
  2. Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas. Rasio ini membandingkan modal utang yang digunakan oleh perusahaan dengan modal pemegang saham (ekuitas). Secara umum, ekuitas perusahaan harus lebih besar dari jumlah utang. Jadi, jika rasionya adalah 1.0, itu berarti kreditor perusahaan secara teoritis memiliki klaim untuk semua ekuitas perusahaan. Tidak ada yang tersisa untuk pemegang saham.
    • DER = Total utang / ekuitas.
  3. Return on Equity (ROE) atau hasil pengembalian atas ekuitas. Rasio ini mengukur berapa banyak laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam ekuitas. Semakin tinggi ROE berarti semakin tinggi laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam ekuitas.
    • ROE = Laba bersih / ekuitas.
  4. Return on Assets (ROA) atau hasil pengembalian atas aset. Rasio ini mengukur berapa banyak laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Kursi kantor yang disimpan di gudang adalah aset, tetapi tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Semakin tinggi ROA berarti semakin tinggi laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset.
    • ROA = Laba bersih / total aset.
  5. Current Ratio atau rasio lancar. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancar yang akan segera jatuh tempo dengan menggunakan aset lancar yang tersedia. Aset lancar adalah kas dan aset lainnya yang diharapkan dapat dikonversi menjadi uang tunai, dijual, atau dikonsumsi dalam waktu 12 bulan. Sedangkan kewajiban lancar adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan. Rasio lancar yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki banyak kas dan aset likuid untuk membayar semua tagihan. Tetapi penting untuk berhati-hati dan memahami mengapa rasio lancarnya tinggi. Persediaan yang tidak terjual dapat meningkatkan rasio lancar dan ini bisa menjadi tanda masalah penjualan. Rasio lancar yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan akan kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
    • Current Ratio = Aset lancar / utang lancar.
  6. Net Profit Margin (NPM) atau marjin laba bersih. Rasio ini membandingkan laba bersih perusahaan dengan penjualan. Semakin tinggi marjin laba bersih, semakin baik.
    • NPM = Laba bersih / penjualan.
  7. Dividen Yield. Rasio ini membandingkan dividen per saham dengan harga saham. Perusahaan dengan dividen yield yang tinggi lebih menarik bagi investor daripada perusahaan dengan dividend yield yang rendah. Dividend yield yang cukup besar adalah pertanda perusahaan yang sehat. Ini juga merupakan pertanda bahwa perusahaan sudah stabil dan matang (mature). Perusahaan baru yang sedang tumbuh lebih suka menginvestasikan kembali pendapatan mereka.
    • Dividend Yield = Dividen per lembar saham / harga per lembar saham.

Dalam menganalisis perusahaan menggunakan rasio keuangan, perbandingan harus dibuat dengan perusahaan yang setara baik dalam hal skala keuangan, sektor industri, dan subsektor perusahaan sehingga rasio-rasio ini dapat memberikan informasi yang lebih jelas yang dapat membuat proses pengambilan keputusan lebih tepat.

Rasio keuangan tidak hanya untuk para profesional keuangan. Memahami rasio keuangan diperlukan jika Anda melakukan analisis sendiri. Rasio keuangan memberikan pandangan cepat tentang kondisi keuangan perusahaan. Keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada rasio keuangan, tetapi memahami rasio keuangan adalah langkah pertama yang sangat baik.

Value Investing 101

Value Investing 101
Durasi Baca: 3 menit

Ada beberapa gaya investasi yang dapat Anda pilih untuk diikuti, tetapi value investing telah terbukti menjadi salah satu strategi paling sukses dari waktu ke waktu. Value investor tertarik untuk membeli saham perusahaan dengan fundamental yang kuat tetapi dinilai rendah oleh pasar. Ini disebut saham salah harga.

Value investor mencari saham yang salah harga. Value investor percaya bahwa pasar pada akhirnya akan menyadari nilai sebenarnya dari saham-saham ini, dan harga akan naik lagi agar sesuai dengan nilai sebenarnya.

Ada beberapa hal yang dinilai value investor dalam menentukan saham salah harga:

  1. Rasio harga saham terhadap pendapatan (PER) yang rendah. Perusahaan dengan PER di bawah 5x sangat menarik dan berpotensi salah harga. Namun, penting juga untuk membandingkan PER suatu saham dengan saham lainnya di industri yang sama. Perusahaan dengan pendapatan yang sehat dan harga saham yang rendah adalah target yang baik untuk analisis lebih lanjut.
  2. Harga saham lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Nilai intrinsik dapat dianggap sebagai nilai sebenarnya dari saham perusahaan. Ini adalah perbedaan antara nilai intrinsik yang Anda nilai dari perusahaan dan nilai yang ada di pasar. Apakah Anda melihat nilai yang tidak disadari oleh pasar? Jika demikian, mungkin ini adalah peluang bagus.
  3. Rasio lancar (current ratio) minimal 200% atau 2 banding 1. Aset lancar setidaknya dua kali lebih tinggi dari kewajiban lancar. Aset lancar adalah kas dan aset lain yang diharapkan dapat dikonversi menjadi uang tunai, dijual, atau dikonsumsi dalam waktu 12 bulan. Sedangkan liabilitas / kewajiban lancar adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan.
  4. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) kurang dari satu tetapi ketentuan ini tentu saja dapat bervariasi tergantung pada masing-masing jenis industri dan keahlian manajemen untuk mengelola utang dengan baik. Secara umum, ekuitas perusahaan harus lebih besar dari jumlah utang. Perusahaan dengan utang berlebihan dapat berdampak pada munculnya risiko keuangan yang besar.
  5. Rasio harga saham / pendapatan terhadap pertumbuhan pendapatan (PEG) yang lebih rendah daripada perusahaan sejenis. Ingat bahwa PEG adalah rasio harga terhadap pendapatan dibagi dengan tingkat pertumbuhan pendapatan. Nilai ini dapat menunjukkan bahwa harga saham perusahaan tidak mencerminkan pertumbuhan pendapatannya. Rasio PEG kurang dari satu menunjukkan peluang bagus.
  6. Dividend yield tinggi. Dividend yield adalah dividen per saham dibandingkan dengan harga sahamnya. Targetkan perusahaan dengan dividend yield yang setara atau lebih tinggi daripada imbal hasil obligasi (rating AAA) jangka panjang. Dividend yield yang cukup besar adalah pertanda perusahaan yang sehat. Ini juga merupakan pertanda bahwa perusahaan sudah stabil dan matang (mature). Perusahaan baru yang sedang tumbuh lebih suka menginvestasikan kembali pendapatan mereka.

Sebagian besar nilai dalam bisnis dapat dengan mudah ditemukan atau dihitung. Menjadi value investor adalah tentang kesabaran dan disiplin tanpa dipengaruhi oleh emosi sesaat. Menentukan nilai intrinsik adalah bagian yang menantang. Luangkan waktu Anda dan asah pengetahuan investasi Anda. Ada banyak sumber yang merinci tugas yang menantang ini, salah satunya adalah blog ini.

Pastikan untuk memasukkan jaring pengaman dalam perhitungan Anda. Ketika Anda harus membuat perhitungan, seperti menghitung nilai intrinsiknya, tetaplah konservatif. Karena tidak ada cara untuk memastikan Anda benar, anggap Anda tidak benar dan sesuaikan hasil perhitungan Anda di sisi konservatif. Tidak apa-apa membiarkan beberapa perusahaan yang baik keluar dari genggaman Anda. Ini lebih baik daripada harus menanggung kerugian besar karena tergesa-gesa.

Jika Anda harus berlari lebih cepat dari harimau untuk menghindarinya dan perhitungan Anda menunjukkan bahwa Anda membutuhkan setidaknya 30 kaki untuk berlari lebih cepat, Anda mungkin berpikir untuk memiliki lebih dari 30 kaki. Mengapa? Anda mungkin saja membuat kesalahan dalam perhitungan sebelumnya atau gagal memperhatikan faktor-faktor lain seperti lumpur, batu, dan hal-hal lain yang dapat menghambat kecepatan lari Anda.

Tidak ada perhitungan sempurna yang dapat memastikan keberhasilan investasi Anda. Selalu sediakan ruang untuk kesalahan dan keadaan yang tidak terduga.

Banyak investor menganggap strategi value investing ini membosankan, tetapi dalam jangka panjang, value investor bisa sangat sukses. Value investing dapat menjadi strategi yang efektif untuk semua tingkatan investor. Temukan beberapa perusahaan bagus dengan harga murah dan lihat pertumbuhan portofolio Anda.

Dasar-Dasar Value Investing

Benjamin Graham
Durasi Baca: 2 menit

Value investing adalah salah satu metode pemilihan investasi. Ben Graham dan David Dodd, dari Columbia School of Business, mulai mengajarkan gagasan value investing pada tahun 1928. Para ahli mendefinisikan value investing dalam banyak cara dan ada banyak pendapat yang saling bertentangan mengenai hal itu. Namun, sebagian besar teori termasuk menemukan investasi yang undervalued adalah melalui analisis fundamental.

Warren Buffett adalah murid Graham. Jika Graham kemungkinan akan membeli hampir semua saham yang memenuhi kriteria analisis fundamental tertentu, Buffett tidak berhenti di situ. Dia lebih peduli tentang prospek bisnis di masa depan. Graham tidak merekomendasikan penggunaan proyeksi masa depan, karena itu adalah nilai yang tidak diketahui.

Mr. Buffet menggunakan analisis fundamental untuk memastikan bahwa perusahaan solid secara finansial dan memungkinkan perusahaan untuk bertahan melalui masa-masa sulit keuangan. Dia juga mencari perusahaan yang undervalued.

Akademisi telah mempelajari strategi untuk memilih saham menggunakan metode value investing dan telah menemukan strategi ini lebih unggul dari strategi investasi lainnya dan kinerja pasar secara keseluruhan. Namun, keunggulan ini hanya ditemukan dalam jangka panjang.

Berikut ini adalah poin-poin pokok tentang value investing:

  1. Value investing sebagian besar berfokus pada perusahaan yang harga sahamnya dinilai lebih rendah oleh pasar dibandingkan dengan nilai intrinsiknya, atau juga disebut undervalued. Nilai intrinsik dapat dianggap sebagai nilai sebenarnya dari saham perusahaan. Tidak hanya aset berwujud, tetapi juga aset tidak berwujud.
    • Seorang value investor mencari saham yang undervalued. Nilai intrinsik suatu saham tidak dapat benar-benar ditentukan dengan pasti.
    • Jika perusahaan memiliki sejumlah aset fisik dalam bentuk barang dagangan, bangunan, penilaian bisa akurat. Namun, nilai intrinsik lebih sulit ditentukan di perusahaan teknologi dan sejenisnya. Sangat sulit menilai perusahaan dengan aset intelektual secara akurat.
  2. Nilai intrinsik suatu bisnis bisa jauh lebih besar dari jumlah asetnya. Sebagai contoh, Indofood jauh lebih berharga daripada seluruh stok barang dagangan, bangunan atau mesin pabriknya. Merek, loyalitas pelanggan, dan pendapatan masa depan yang diharapkan membuatnya jauh lebih berharga.
    • Namun, ketika sebuah bisnis benar-benar gagal, nilai intrinsiknya dapat dikatakan memiliki nilai yang hampir sama dengan nilai pasar dari aset yang mendasarinya, yang dinilai sangat rendah oleh pasar.
    • Meskipun sangat jarang, masih mungkin untuk menemukan perusahaan yang asetnya sendiri melebihi penilaian sahamnya.
  3. Banyak situs web dan perusahaan sekuritas membagikan hasil analisis mereka dengan memasukkan nilai saham yang dimaksudkan untuk mewakili nilai intrinsik. Ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk memulai penelitian Anda sendiri. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya tebakan terbaik dari analis.
    • Memprediksi pendapatan masa depan, dividen, dan metrik lainnya dalam 10 tahun ke depan bukanlah ilmu pasti.
  4. Jarak antara nilai intrinsik dan harga saat ini biasanya disebut sebagai “margin of safety,” atau disingkat “MOS.” Jadi, jika Anda menilai nilai intrinsik saham adalah Rp1,250 per lembar dan harga saham saat ini di pasar adalah Rp1,000 per lembar, maka margin of safety Anda adalah 25%.
  5. Waktu adalah hal yang penting dalam value investing. Jika pasar menghargai perusahaan yang baik dengan harga yang terlalu rendah, mungkin perlu bertahun-tahun bagi pasar untuk menyadari kembali nilai sebenarnya dari perusahaan.

Value investing adalah metodologi yang baik bagi mereka yang bersedia menggunakan waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk menilai perusahaan secara akurat. Investasi membutuhkan kesabaran dan kontrol emosional. Pemikiran logis dan rasional adalah komponen penting bagi keberhasilan seseorang dalam berinvestasi.

Jika Anda telah berinvestasi tanpa melakukan penelitian mendalam, mulai hari ini Anda mungkin ingin mempertimbangkan pendekatan yang lebih analitis. Angka-angka dalam laporan keuangan perusahaan tidak mewakili keseluruhan bisnis, tetapi jelas merupakan faktor penting.

Memahami Nilai Waktu Uang

Memahami Nilai Waktu Uang
Durasi Baca: 2 menit

Anda tentu akrab dengan ungkapan, “Waktu adalah uang.” Apa arti ungkapan ini bagi Anda? Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak berwujud seperti waktu setara dengan uang di saku Anda?

Kedua istilah tersebut sangat erat hubungannya sehingga mereka dapat merujuk pada nilai yang sama. Meskipun secara pribadi saya lebih menghargai waktu daripada uang, namun, kali ini saya akan menyamakan persepsi bahwa waktu adalah uang. Misalnya, jika Anda menghasilkan 100 ribu rupiah per jam, maka tiga jam dari waktu Anda adalah 300 ribu rupiah. Dalam hal ini, Anda dapat dengan jelas melihat bagaimana waktu adalah uang.

Mari selangkah lebih maju tentang konsep ini. Di dunia keuangan, ada konsep yang disebut “time value of money“. Contoh paling sederhana adalah menerima 10 ribu rupiah hari ini lebih baik daripada menerima 10 ribu rupiah enam bulan dari hari ini. Semakin cepat Anda menerima uang, semakin bernilai.

Ini terutama karena Anda dapat mulai menghasilkan uang dengan 10 ribu rupiah segera setelah Anda menerimanya!

Lalu, apa nilai yang setara di masa depan? Itu adalah “nilai masa depan”.

Nilai masa depan secara sederhana adalah jumlah awal ditambah bunga atau keuntungan apa pun yang dapat Anda harapkan untuk diterima selama periode waktu tertentu. Misalkan Anda memiliki opsi untuk menerima 10 juta rupiah hari ini atau 10,5 juta rupiah dalam 12 bulan. Mana pilihan yang lebih baik?

Itu tergantung pada seberapa baik Anda menghasilkan uang. Jika Anda yakin dapat menghasilkan 10% dari uang Anda dalam 12 bulan, maka lebih baik mengambil 10 juta rupiah hari ini. Anda dapat menghasilkan tambahan 1 juta rupiah dalam 12 bulan dengan mengambil kepemilikan uang itu sekarang. Ini lebih baik daripada Anda harus menunggu 12 bulan hanya untuk menerima tambahan 500 ribu rupiah.

Perhatikan contoh sebaliknya. Misalkan Anda tertarik untuk menyewa mobil, tetapi Anda tidak ingin melakukan pembayaran bulanan. Dealer Anda akan dengan senang hati menghitung pembayaran dan segera memberi Anda tagihan. Dealer mobil biasanya bersedia memberikan diskon jika mereka bisa mendapatkan semua uang mereka hari ini, daripada menerima pembayaran selama tiga tahun ke depan.

Itu adalah contoh dari “nilai saat ini.”

Perhatikan bahwa ketiga istilah tersebut terkait:

  • Nilai waktu. Nilai waktu dari uang menyatakan bahwa uang di masa sekarang bernilai lebih dari jumlah yang sama di masa depan. Ini adalah prinsip dasar dalam keuangan.
  • Nilai masa depan. Nilai masa depan adalah nilai yang diterima oleh uang saat ini di masa depan. Suku bunga saat ini dan periode waktu menentukan nilai masa depan.
  • Nilai saat ini. Nilai saat ini adalah nilai sekarang dari pembayaran yang diharapkan di masa depan. Periode waktu dan suku bunga yang berlaku juga menentukan nilai saat ini.

Dalam konsep ini, ungkapan, “Waktu adalah uang” adalah benar! Ingatlah untuk mempertimbangkan waktu dalam perhitungan Anda. Anda mungkin bukan ahli keuangan perusahaan, tetapi konsep yang sama berlaku untuk keuangan pribadi Anda. Pastikan waktu ada di pihak Anda.