Cara Berinvestasi Seperti Warren Buffett

Durasi Baca: 3 menit

Oracle of Omaha adalah nama panggilan untuk Warren Buffett, salah satu investor terbesar sepanjang masa. Dia disebut The Oracle of Omaha karena komunitas investasi hampir selalu mengikuti pilihan investasi dan komentarnya di pasar, dan dia tinggal dan bekerja di Omaha, Nebraska. Buffett adalah ketua dan CEO Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan yang menjadi pemegang saham pengendali pada pertengahan 1960-an.

Warren Buffett adalah salah satu pria terkaya di dunia. Dia membangun kekayaannya menggunakan strategi investasi yang sederhana namun kuat. Investasinya adalah investasi jangka panjang dengan membeli perusahaan yang sehat secara fundamental dan diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya. Beberapa investasinya yang sering diliput oleh media termasuk Coca-Cola, Gillette, dan Dairy Queen. Pada 2018, Oracle of Omaha diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 90 miliar.

Meskipun sebagian besar dari kita tidak memiliki kekayaan US$ 90 miliar, Anda tentu dapat belajar satu atau dua hal dari Warren Buffett dan meningkatkan kekayaan Anda secara signifikan dalam jangka panjang.

Meskipun Warren Buffett tidak pernah secara resmi menulis cara mengevaluasi dan memilih saham, ada banyak hal yang dapat dipelajari dari surat-surat yang dia tulis kepada para pemegang sahamnya.

Aturan berikut ini sejalan dengan surat-surat yang dia tulis kepada pemegang sahamnya di Berkshire Hathaway:

  1. Aturan # 1: Jangan kehilangan uang. Filosofi dasar Warren Buffett adalah membeli saham dengan harga kurang dari nilainya dan kemudian membiarkan pasar menyadari kembali nilai sebenarnya dari saham ini. Ini biasanya disebut sebagai value investing dan telah menjadi landasan filosofinya sejak awal. Ini adalah aturan yang paling penting.
  2. Perusahaan harus memiliki profitabilitas yang kuat. Warren Buffett lebih suka perusahaan yang telah terbukti menguntungkan daripada perusahaan yang suatu hari nanti akan menguntungkan. Ada beberapa langkah yang dia gunakan untuk menentukan ini. Beberapa di antaranya termasuk Return on Equity (ROE), Return on Invested Capital (ROIC), dan marjin keuntungan.
    • ROE – Meskipun tidak ada yang tahu pasti, konsensusnya adalah dia lebih suka melihat ROE 15% atau lebih.
    • Marjin Keuntungan – Dalam hal ini, kita berbicara tentang membagi laba bersih dengan penjualan bersih. Jelas, semakin tinggi semakin baik.
  3. Perusahaan harus memiliki utang yang rendah. Memiliki terlalu banyak utang sangat buruk bagi semua orang, termasuk perusahaan. Poin tentang ROIC di atas memang sengaja saya lewatkan dan akan membahasnya lebih detail di artikel selanjutnya. Terkadang sebuah perusahaan tampaknya memiliki ROE yang tinggi, tetapi pada kenyataannya jumlahnya meningkat secara artifisial (karena faktor-faktor tertentu, baik disengaja atau tidak). Ini bisa terjadi ketika perusahaan menggunakan utang untuk membayar tagihannya. Di sinilah ROIC berperan.
    • Anda dapat membagi total kewajiban perusahaan dengan ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi rasionya, semakin banyak perusahaan menggunakan utang untuk menumbuhkan perusahaan. Hati-hati.
    • Perusahaan dengan banyak utang dapat dirugikan ketika suku bunga naik atau kredit menjadi lebih sulit diperoleh.
  4. Perusahaan harus memiliki manajemen yang kompeten. Buffett selalu menekankan pentingnya tim manajemen perusahaan. Dia menyukai tim manajemen yang cerdas dan rendah hati yang tidak hanya mengikuti arus. Dia telah menyatakan bahwa perusahaannya hanya mengalokasikan modal; tetapi tidak menyediakan tim manajemen.
    • Dia memiliki tradisi untuk tidak memengaruhi manajemen perusahaan, tetapi dia bersikeras bahwa manajemen yang baik harus ada. Pastikan perusahaan tempat Anda berinvestasi dijalankan oleh tim manajemen yang kompeten.
  5. Pemahaman. Buffett menolak untuk berinvestasi dalam bisnis yang tidak dia mengerti. Anda akan menemukan bahwa bisnis yang dia investasikan relatif sederhana. Dia sebagian besar menghindari perusahaan teknologi, karena seperti yang dia nyatakan, dia tidak sepenuhnya memahami jenis bisnis itu. Berinvestasilah hanya pada apa yang telah Anda pahami.
  6. Bersabarlah. Buffett telah memegang banyak saham selama 5 tahun atau lebih sebelum sahamnya naik 1%. Value investing membutuhkan waktu; Anda harus bersabar untuk melihat hasilnya. Jangan terburu-buru.

Meskipun butuh upaya luar biasa untuk menjadi seperti Warren Buffett, kita tentu dapat mengikuti prinsip-prinsip dasar dan meningkatkan hasil investasi kita sendiri. Fokuslah pada perusahaan-perusahaan yang diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya dengan sejarah profitabilitas yang baik, utang kecil, dan tim manajemen yang kompeten. Dan ingatlah untuk bersabar!

Jika Anda dapat menerapkan aturan investasi ini secara konsisten, Anda akan terkejut melihat betapa banyak kekayaan yang bisa Anda dapatkan!

Leave a Reply